Pengaturan Thunderbird untuk Google Apps

Jika perusahaan Anda mempunyai akun di  Google Apps, Anda dapat mulai mengatur alat klien email Anda untuk mendapatkan email. Saat ini Saya akan memberikan cara untuk men-setup Thunderbird Anda.

 

 

1. Buka Thunderbird Anda, kemudian klik menu Tools -> Account Settings dari menu bar.

1

 

2. Klik Account Actions, pilih Add Mail Account.

2

 

3.  Isi form, di kolom Email address, masukkan akun email Anda diikuti dengan domain Google Apps Anda. Kemudian klik tombol Continue.

3

 

4. Klik tombol Manual Config untuk men-setup konfigurasi secara manual.

4

 

5. Isi form dengan menggunakan konfigurasi ini (lihat gambar dibawah).

  • Incoming:
    • Server hostname (pilih salah satu):
      • POP3: pop.googlemail.com
      • IMAP: imap.googlemail.com
    • Port (tergantung dari Server hostname diatas):
      • POP3: 995
      • IMAP: 993
    • SSL: SSL/TLS
    • Authentication: Normal Password
  • Outgoing:
    • Server hostname: smtp.googlemail.com
    • Port: 465
    • SSL: SSL/TLS
    • Authentication: Normal Password

Kemudian, klik tombol Done.

5

 

6. Jika konfogurasi Anda telah sukses, Anda dapat melihat konfigurasi Anda di jendela Account Settings (lihat gambar di bawah). Kemudian klik tombol OK.

6

 

7. Akhirnya, Anda dapat melihat semua email Anda.

7

 

NB:

Jika Anda tidak dapat mengirim email menggunakan akun Google Apps Anda, hubungi Internet Service Provider (ISP) Anda. Mungkin akun email Anda telah di block.

 

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat.

 

Situs Web “mobile friendly”, mengubah pengunjung menjadi pelanggan (google Apps)

Di zaman yang serba konektivitas, konsumen berharap untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan, ketika meraka menginginkannya, terutama ketika mereka sedang dalam perjalanan. Kita tahu ini berlaku pada kebiasaan mereka berselancar pada situs dengan menggunakan perangkat mobile, jadi kita melihat lebih dalam pada harapan dan reaksi pengguna terhadap pengalaman nge-net mereka pada perangkat mobile. Yang paling menarik, 61% orang mengatakan bahwa mereka akan langsung pindah ke situs lain jika mereka tidak menemukan apa yang sedang mereka cari pada situs mobile.  Intinya, tanpa situs yang mobile friendly, Anda akan menuntun pengguna kepada pesaing Anda. Bahkan 67% dari pengguna lebih cenderung untuk membeli dari situs yang mobile friendly, jadi jika situs tersebut bukanlah milik Anda, bersiaplah kehilangan banyak hal.

Slide10 copy
Mari kita ulas penemuan  ”What Users Want Most From Mobile Sites Today”, sebuah studi dari Google (yang dilakukan Sterling Research dan SmithGeiger, perusahaan market-research independen). Laporan ini menyurvei 1.088 warga dewasa US pengguna internet smartphone pada Juli 2012.

 

Masalah (dan kesempatan) besar

Dari hampir 75% pengguna lebih memilih situs yang mobile friendly, 96% konsumen mengatakan bahwa situs yang mereka temui jelas-jelas tidak dirancang untuk perangkat mobile. Ini merupakan masalah besar dan juga sekaligus peluang besar bagi perusahaan yang ingin terlibat dengan pengguna perangkat mobile.

 

Situs mobile friendly mengubah pengguna menjadi pelanggan

Jalan tercepat untuk pelanggan mobile adalah melalui situs mobile friendly. Jika situs Anda menawarkan layanan mobile yang baik, pengguna lebih memungkinksan untuk melakukan pembelian.

  • Ketika mereka mengunjungi situs yang mobile friendly, 74% orang mengatakan mereka lebih cenderung untuk kembali ke situs tersebut di waktu yang akan datang.
  • 67% dari pengguna perangkat mobile mengatakan bahwa ketika mereka mengunjungi situs yang mobile friendly, mereka lebih cenderung untuk membeli produk atau layanan situs.

 

Dengan tidak memiliki situs yang mobile friendly, maka Anda membantu pesaing Anda.

Situs dengan layanan mobile yang baik menjadi semakin penting,  dan pengguna akan tetap mencari situs yang mobile friendly sampai mereka menemukan satu situs yang cocok bagi mereka. Itu berarti pesaing Anda akan mendapatkan keuntungan jika situs Anda gagal dalam performanya (begitu juga sebaliknya).

  • 61% dari pengguna mengatakan bahwa jika mereka tidak menemukan apa yang sedang mereka cari dari sebuah situs mobile, mereka akan segera pindah ke situs lain.
  • 79% dari orang-orang yang tidak menyukai apa yang mereka temukan pada sebuah situs akan segera berpaling dan mencari situs lain.
  • 50% orang mengatakan walaupun mereka menyukai bisnis yang ditawarkan, mereka cenderung lebih jarang menggunakan situs tersebut apabila tidak mobile friendly.

 

Situs Nonmobile friendly dapat menjatuhkan reputasi perusahaan

Ternyata Anda bisa kehilangan lebih dari sekedar penjualan dengan layanan mobile yang buruk. Sebuah situs yang tidak dirancang untuk perangkat mobile dapat mengakibatkan pengguna menjadi benar-benar frustasi dan reaksi negatif ini akan langsung dilampiaskan pada merek yang ditawarkan.

  • 48% dari pengguna mengatakan mereka merasa frustasi dan kesal ketika mereka sampai ke sebuah situs yang tidak mobile friendly.
  • 36% mengatakan mereka merasa seperti telah membuang-buang waktu mereka dengan mengunjungi situs tersebut.
  • 52% dari pengguna mengatakan bahwa layanan mobile yang buruk menjadikan mereka lebih jarang untuk terlibat dengan sebuah perusahaan.
  • 48% mengatakan bahwa jika sebuah situs tidak bekerja dengan baik pada smartphone mereka, itu membuat mereka merasa bahwa perusahaan tersebut tidak peduli dengan bisnis mereka.

 

Kesimpulan

Penelitian sudah menegaskan apa yang telah kita duga, bahwa pengguna perangkat mobile aktif mencari dan memilih untuk lebih terlibat dengan situs yang mobile friendly, hal tersebut merupakan peringatan serius betapa cepat dan seriusnya sikap pengguna tentang sebuah perusahaan dapat dibentuk oleh layanan situs mobile. Memiliki situs mobile yang baik tidak lagi hanya membuat penjualan meningkat. Hal ini menjadi komponen penting untuk membangun merek yang superior, memelihara hubungan langgeng dengan para pelanggan, dan membuat mobile berperan bagi Anda.

Google Apps for Education Indonesia

 

Google_apps_education

Apa itu Google Apps for Education ?

Selama ini mungkin anda mendengar bahwa Google Apps hanya digunakan untuk keperluan bisnis. Tidak pernah terbesit di pikiran anda bagaimana bila Google Apps digunakan oleh anak-anak anda untuk mendukung mereka melakukan aktivitas belajar di sekolah, ataupun oleh para mahasiswa anda untuk mendukung aktivitas perkuliahan mereka. Tenang saja, Google sudah lebih dulu memikirkannya.

Sama halnya seperti Google Apps for Business, Google Apps for Education juga memberikan layanan yang sama. Perbedaannya, semua layanan pada Google Apps for Education diberikan secara GRATIS.

Mungkin saat ini timbul pertanyaan di benak Anda, mengapa  Google Apps layak digunakan untuk mendukung pendidikan? Semoga beberapa hal dibawah ini dapat menjawab dan meyakinkan Anda!!

 

Mengutamakan keamanan dan privasi

security

Google Apps for Education memberikan banyak fitur keamanan penting yang dirancang khusus untuk menjaga data Anda agar tetap aman, terjamin, dan dapat Anda kendalikan.

Data Anda adalah milik Anda, dan tools pada Google Apps memungkinkan Anda untuk mengontrolnya, termasuk dengan siapa Anda berbagi dan bagaimana Anda berbagi.

Jaringan data center Google menyediakan keamanan yang luar biasa dan menjamin akses yang dapat diandalkan untuk Anda, setiap waktu, setiap saat. (Dijamin!! Tanpa ada istirahat)

 

Tetap terhubung dengan data Anda dari mana saja

Dengan Google Apps, semua data Anda akan otomatisstay_connected tersimpan secara Cloud  dan didukung 100% oleh Web. Ini berarti bahwa email, dokumen, kalender, dan situs dapat diakses dan diedit di hampir semua perangkat mobile atau tablet. Kapan saja, di mana saja.

 

 

Membawa siswa, guru, dan tim bersama-sama

work_better_togetherCepat, kolaborasi dengan mudah, hal itu lah yang menjadikan Google Apps unik. Website Google Apps dan tools pengolahan dokumen menawarkan real-time editing, kontrol sharing yang sangat baik, dan kompabilitas yang mulus sehingga menjadikan Google Apps sebagai lingkungan yang ideal untuk belajar di abad-21, mengapa begitu?

Dengan menggunakan Google Docs, berbagi dokumen dapat dilakukan dengan beberapa “klik” saja dan setiap siswa di kelas akan memiliki akses ke versi yang tepat dari setiap dokumen, spreadsheet, atau presentasi. Setiap orang dapat melihat dokumen dan melakukan peng-editan pada waktu yang bersamaan. Tidak perlu susah-susah lagi bukan?

 

Melakukan sesuatu hal dengan cepat

Google Apps for Education dapat membantuget_stuff_done mempersingkat tugas-tugas akademik seperti menulis esai, dan melakukan penjadwalan kelas. Sekelompok siswa dapat bekerja sama dalam sebuah pekerjaan di Google Docs, melihat perubahan secara real-time daripada menunggu versi terbaru yang dikirimkan melalui email. Siswa juga dapat melihat persis kapan guru/dosen mereka tersedia dan juga sebaliknya dengan Google Calendar.

Tidak ada waktu yang terbuang untuk mencari-cari email, dokumen, lokasi projek atau file. Dengan Google Apps, semua hal yang dipunyai oleh siswa atau dosen berada pada satu lokasi, dan dapat ditemukan dengan menggunakan fungsi pencarian yang sangat mumpuni (tidak perlu sorting atau filling, langsung ketik dan cari) dan berbagi dengan siapa pun yang ada di sekolah atau universitas hanya dengan sekali klik.

Dengan semua hal-hal tersebut, Google Apps membebaskan Anda untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan mengajar. Fantastis!!